Klungkung Tanah Tua Tanah Cinta

Klungkung Tanah Tua Tanah Cinta

29/10/2016 Off By toto

image88 Tahun umpah Pemuda di Klungkung Tanah Tua Tanah Cinta
Peringatan 88 Tahun Sumpah Pemuda diperingati dengan peluncuran antologi puisi 100 penyair dari seliruh Indonesia yang berlangsung di Museum Nyoman Gunarsa Bali, Jumat sore, 28 Oktober 2016.

Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono menegaskan bahwa Museum Nyoman Gunarso telah menyumbangkan sesuatu yang besar bagi Indonesia. Nyoman Gunarsa telah berinisiatif sendiri melaksanakan kegiatan penerbitan dan peluncuran buku puisi karya 100 penyair dari seluruh Indonesia melalui proses penyaringan dari 450 puisi yang dikirimkan oleh 240 orang penyair dari seluruh Indonesia. Apalagi kegiatan ini berbarengan dengan kegiatan Ubud Writers & Readers Festival yang bertema dan berskala internasional
.

“Ini pekerjaan besar yang sebenarnya mempunyai relevansi dengan kegiatan MPR di dalam memasyarakatkan nilai-nilai budaya dan norma-norma yang terkandung di dalam dasar ideologis kita dan dasar konstitusional kita. ” tegas Ma’ruf Cahyono dalam kata sambutannya di depan 150 orang budayawan dari seliruh Indonesia dan negara serumpun di Klungkung Bali.

“Puisi-puisi tersebut saya yakin mempunyai nuansa yang menyatukan keberadaan kita semua yang memberikan kontribusi dalam memelihara dan memupuk NKRI” lanjutnya.

Kegiatan ini adalah kegiatan yang merupakan inisiatif sendiri tanpa campur tangan birokrasi dan unsur-unsur pesanan lainnya.
Dalam kesempatan itu Ma’ruf Cahyono bersama relawan membacakan satu puisi kesayangannya.

Pada kesempatan itu Nyoman Gunarsa menyebutkan bahwa Antologi Puisi Klungkung Tanah Tua Tanah Cinta adalah tuangan proses kreativitas yg sangat mengena untuk Klungkung mengingat posisi Klungkung pada masa kerajaan adalah pusat pemerintahan Bali maka wajar jika Klungkung tumbuh sebagai pusat seni budaya dan sastra.

“Buku ini memang mempunyai bobot luar biasa dan saya berharap buku ini akan mampu menentukan posisi Klungkung secara nasional, ” tegas Nyoman Gunarsa menambahkan.

Sementara itu Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta menyebutkan kegiatan ini sebagai upaya menetapkan BRANDING BAGI KABUPAten Klungkung yang akan terus menenus dilakukan setiap tahun
Dan akan difasilitasi secara layak oleh Pemerintah kelak..

Akan halnya Ketua Panitia kegiatan ini April Artison mengakui bahwa kegiatan ini memang sengaja dirancang dan dilaksanakan jauh jauh hari untuk memperingati Sunpah Pemuda yang menasuki angka 88 Tahun sekaligus mengingatkan bahwa Klungkung memiliki sejarah peradaban yg sangat panjang yg diwarisi hingga kini.

“Kita sampaikan itu dengan puisi karena puisi adalah cara berkomunikasi yang paking intim untuk menyuarakan Klungkung” tandas April Artison,