MEDIA BARU DAN FENOMENA KOMUNIKASI POLITIK

MEDIA BARU DAN FENOMENA KOMUNIKASI POLITIK

01/09/2018 Off By toto

Beberapa kali pelaksanaan Pemilu mendapat sorotan dan kajian akademis. Beberapa kajian akademis yang telah dilakukan dapat menjadi bantuan berguna untuk membaca bagaimana pada komunikasi politik dan pelaksanaan Pemilu di tahun 2019 ini. Afdal Mangkuraga Putra dari Universitas Multimedia Nusantara pernah menulis bahwa

Istilah e-Demokrasi sebenarnya merujuk pada penggunaan media baru (New Media) dalam ranah politik. Pengunaan me- diabarutersebutdianggapdapatmemperka- ya partisipasi warga dalam sosialisasi poli- tik, sehingga pengambilan keputusan yang dilakukan oleh parlemen, dapat melibatkan warga lebih dalam karena akses terhadap in- formasi juga diketahui oleh warga, demiki- an juga bahwa akses warga untuk berkomu- nikasi dengan para pengambil kebijakan juga semakin terbuka, cepat dan murah.

e-Demokrasi sering dikait- kan dengan pemanfaatan website oleh partai politik, lembaga eksekutif, ekseku- tif dan legislatif, pemungutan suara se- cara elektronik, mengirim email ke per- wakilan politik dan diskusi-diskusi politik melalui internet serta pelayanan publik melalui internet (Thomas Zittel, 2004).

e-Demokrasi juga dapat diarti- kan pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam menyusun strate- gi pada proses politik dan pemerintahan. “e-Demokrasi senantiasa berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi dan komu- nikasi dalam melibatkan warga untuk mendu- kung proses pengambilan keputusan demokra- tis dan memperkuat demokrasi perwakilan. e-Demokrasi bertujuan untuk menjaring par- tisipasi warga yang lebih luas dan lebih aktif melalui Internet, komunikasi bergerak, dan teknologi lainnya dalam sistem demokrasi.

Penelitian Rutger University mengatakan bahwa pesan-pesan politik di website memiliki kontribusi, selanjutnya